Kelinci Percobaan Menteri Pendidikan
Yogyakarta, 11 Desember 2007
Pernakah Anda menjadi sebuah kelinci bahkan tikus percobaan para menteri pendidikan?
Ku menjawab, "SELALU" !!
Ku telah menjadi kelinci bahkan tikus selama kurang lebih 11 tahun!! Kenapa bisa? Karena aku masuk pada sistem yang selalu berubah-ubah layaknya eksperimen yang selalu gagal.
Bergembiralah bagi yang telah lepas dari sistem yang ancur ini. Dan yang masih didalamnya, dikuatkan hatinya dan raganya.
Saya beranggapan ini merupakan suatu pelanggaran hak asasi, dimana sebagai seorang pelajar kita tidak bisa dijadikan tikus percobaan dalam pembentukan sisitem pendidikan.
Tiap tahun tangis orang tua menjerit. Beban pikiran pelajar bertambah. Dikarenakan diberlakukannya sisitem pendidikan yang baru. Saya ingin bilang, " Kami seorang pelajar bukanlah barang dagangan atau mainan bagi yang diatas. Kami bukan merupakan lahan proyek yang dapat mendatangkan laba untuk mengisi perut-perut besarmu!!. Kami adalah pelajar yang berkewajiban menuntut ilmu tanpa beban pikiran, tanpa uang, demi tercapaonya cita-cita kami!!"
Indonesia telah menjadi boneka. Indonesia, ku pikir tidak seberani yang dahulu. Komitmen Indonesia dibidang pendidikan tidak di atas, tetapi ditengah-tengah. Jadi dalam pengembangannya Indonesia tidak begitu memikirkan persoalan pendidikan.
Ditambah lagi kesalahan besar Presiden dalam menentukan kedudukan Menteri Pendidikan. Menteri Pendidikan diberi kewenangan untuk menerapka sisitem pendidikan yang baik di Indonesia, tetapi ini bukan jadi alasan Menteri untuk ganti sistem setiap tahunnya. Menteri Pendidikan bukanlah yang harus bergelar Prof. lah, M.M lah, M.Sc lah, Drs. lah, tetapi yang paham akan maslah kependidikan di Indonesia. Kami sebagai pelajar bukan butuh menteri yang bergelar, tetapi menteri yang mengerti dan tahu solusi masalah pendidikan.
Waktu saya duduk dikelas 2 SMP(sekarang kelas 8), sistem KBK sedang maraknya disosialisasikan. Guru saya menceritakan bahwa dia pernah bertemu dengan seseorang dan bercerita mengenai kurikulm KBK yang bahwasanya kurikulum yang diterapkan di Amerika dan sudah lama ditinggalkan. Yang menjadi garis besar jika di Amerikan telah ditinggalkan kenapa Indonesia baru mau menerapkan. Kenapa tidak yang sekarang digunakan Amerika saja. Inilah dalam hatiku yang dulu menyeletuk, yang bikin kurikulum seperti badut, jadi leluconnya sudah enggak menarik.
Bersambung...
[get this widget]
Kelinci Percobaan Menteri Pendidikan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar